Posts tagged ‘bus’

Pintu naik dan pintu turun


Di halte busway Kuningan Timur terpasang gambar tempel bertuliskan “pintu penurunan” dan “pintu penaikan”, secara makna mungkin maksudnya pintu tersebut diperuntukkan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Namun secara bahasa istilah tersebut tidak benar. Seharusnya tertulis “pintu menurunkan” dan “pintu menaikkan” atau tertulis “pintu turun” dan “pintu naik”.

Saya mengira busway sedang merapikan antrian penumpang berdasarkan fungsi pintu setelah kurang berhasil menerapkan fungsi gender. Namun menilik busway dengan pintu penumpang terletak di tengah dan di belakang, saya sangsi pemisahan fungsi pintu itu juga tidak efektif. Pintu tengah lebih lebar daripada pintu belakang. Penumpang lebih memilih masuk lewat pintu yang lebih lebar dan keluar lewat pintu yang terdekat.

Di kota-kota yang fungsi bus berjalan dengan baik, mengoperasikan bus dengan pintu masuk dekat sopir dan pintu keluar di sebelah belakang atau tengah bus. Dengan maksud agar setiap penumpang yang masuk membayar pada kotak atau alat elektronik yang tersedia di samping supir, dan penumpang dapat keluar setelah menekan tombol yang ada di pintu keluar. Seperti yang terdapat pada bus PPD eks Jepang.

Saya lihat administrasi busway tidak mirip dengan bus kota, lebih mirip dengan kereta atau monorail, yang tidak perlu pemisahan pintu naik dan pintu turun. Bagaimanapun, kita apresiasi saja rencana ini, mudah-mudahan bukan sekedar trial and error pengelola busway.

April 2, 2011 at 3:41 pm Tinggalkan komentar

mengatur bus rute langsung


Pengelolaan busway di Jakarta memang baru dimulai 7 tahun yang lalu, namun pengelolaan bus sebagai angkutan umum telah dilakukan sejak awal republik ini berdiri. Tidak dapat dipungkiri masih banyak keluhan penumpang mengenai minimnya informasi umum yang dapat diperoleh ketika akan menggunakan busway sebagai pilihan angkutan mereka. Di antaranya adalah informasi tentang destinasi bus.

Sudah diketahui bahwa setiap koridor dinyatakan dalam kode angka. Pada setiap bus yang melalui koridor 6 Ragunan – Latuharhari  akan ditandai dengan angka 6 di jendela depan bus, begitu pula pada bus dan koridor lainnya. Di setiap halte juga terpasang tanda halte terakhir dan halte berikutnya. Sejak adanya inovasi rute alternatif/langsung/ekspres, walau memudahkan banyak penumpang karena tidak harus turun-antri-naik bus di setiap interchange namun tidak diimbangi informasi memadai mengenai rute tersebut.

Antrian penumpang di halte utama tidak dibedakan, hanya diberitahukan melalui “teriakan” frontliner alias satgas penjaga pintu. Selain itu tidak ditempelkannya tanda rute alternatif secara konsisten di setiap kaca depan maupun di sisi pintu masuk bus yang disediakan. Walau hal ini masih uji coba, sebaiknya tetap dilakukan peningkatan kualitas pelayanan dalam perkembangannya, supaya pengguna busway makin merasakan kemudahan yang ditawarkan.

Desember 29, 2010 at 4:13 pm 2 komentar


Kalender

Juni 2017
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Kategori

Jumlah kunjungan

  • 2,964 hits

Kicauan

RSS Beranda Rumah

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.