Busway makin parah


Tahun 2011, dimana setiap entitas berupaya lebih baik daripada tahun sebelumnya, ternyata kurang dirasakan bagi pengguna busway. Waktu tunggu yg semakin lama karena minimnya armada, walau datang lebih pagi, membuat pengguna kesiangan untuk ke tempat bekerja. Di milis, forum online dan berita ttg busway menunjukkan berkurangnya kinerja BLU Transjakarta. Tanpa harus menyalahkan beroperasinya koridor 9 dan 10, BLU TJ dituntut untuk meningkatkan pelayanan bagi para pengguna.

Januari 25, 2011 at 8:37 am Tinggalkan komentar

mengatur bus rute langsung


Pengelolaan busway di Jakarta memang baru dimulai 7 tahun yang lalu, namun pengelolaan bus sebagai angkutan umum telah dilakukan sejak awal republik ini berdiri. Tidak dapat dipungkiri masih banyak keluhan penumpang mengenai minimnya informasi umum yang dapat diperoleh ketika akan menggunakan busway sebagai pilihan angkutan mereka. Di antaranya adalah informasi tentang destinasi bus.

Sudah diketahui bahwa setiap koridor dinyatakan dalam kode angka. Pada setiap bus yang melalui koridor 6 Ragunan – Latuharhari  akan ditandai dengan angka 6 di jendela depan bus, begitu pula pada bus dan koridor lainnya. Di setiap halte juga terpasang tanda halte terakhir dan halte berikutnya. Sejak adanya inovasi rute alternatif/langsung/ekspres, walau memudahkan banyak penumpang karena tidak harus turun-antri-naik bus di setiap interchange namun tidak diimbangi informasi memadai mengenai rute tersebut.

Antrian penumpang di halte utama tidak dibedakan, hanya diberitahukan melalui “teriakan” frontliner alias satgas penjaga pintu. Selain itu tidak ditempelkannya tanda rute alternatif secara konsisten di setiap kaca depan maupun di sisi pintu masuk bus yang disediakan. Walau hal ini masih uji coba, sebaiknya tetap dilakukan peningkatan kualitas pelayanan dalam perkembangannya, supaya pengguna busway makin merasakan kemudahan yang ditawarkan.

Desember 29, 2010 at 4:13 pm 2 komentar

Feeder busway


Dari berbagai area perumahan di pinggiran kota Jakarta meluncur bus-bus ber-AC yang mengantar para penumpangnya ke terminal-terminal bus Transjakarta yang terdekat. Bus-bus yang disebut sebagai Feeder Busway itu menawarkan kenyamanan lebih bagi para penggunanya. Tentu dengan biaya yang lebih mahal daripada angkutan umum lainnya. Namun nampaknya kenyamanan saja tidak mampu membayar waktu yang terbuang karena kemacetan jalan di antara rumah dan terminal busway. Mungkin perlu dipikirkan solusinya supaya manfaat efisiensi busway juga dirasakan oleh pengguna bus feeder.

Desember 10, 2010 at 6:57 am Tinggalkan komentar

Kartu Jakcard untuk belanja


Pada awalnya kartu Jakcard sebagai mode pembayaran elektronik untuk tiket busway. Walaupun Bank DKI sebagai bank penerbit memiliki visi menjadikannya dompet elektronik serbaguna untuk segala pembayaran. Dan pada saat tulisan ini terbit, kartu Jakcard selain dapat digunakan di semua koridor busway, juga sudah dapat digunakan untuk berbelanja di Indomaret. Tinggal tunggu terobosan untuk membayar parkir di Park N Ride, membeli tiket kereta Jabotabek, membeli BBM dan lain-lain.

Desember 9, 2010 at 2:53 pm Tinggalkan komentar

High speed train


Mengunjungi kota Tianjin yang berjarak sekitar 150 km dari kota Beijing jika ditempuh dengan mobil atau bus membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Namun dapat dipersingkat menjadi 29 menit saja dengan kereta berkecepatan hingga 330 km/jam dari stasiun Beijing south.

Kereta HST atau High Speed Train tersebut berangkat setiap 30 menit, sejak pagi hingga malam hari. Harga tiket sangat terjangkau. Hanya ¥99 untuk kelas eksekutif dan ¥58 untuk kelas ekonomi. Jalur kereta dibuat disamping jalan tol sehingga kita dapat menyaksikan betapa lambatnya kendaraan lain seperti mobil, bus, maupun truk yang padahal melaju kencang.

Jika hanya dengan ¥58 (Rp70 ribu) saja bisa menghemat waktu perjalanan hingga seperlimanya, barangkali perlu dipikirkan jalur serupa untuk Jakarta-Bandung.

Desember 9, 2010 at 2:24 pm Tinggalkan komentar

Subway


Cerita tentang subway atau underground, mungkin menjadi salah satu alternatif moda transportasi umum. Memang tidak juga mengatasi kemacetan, karena hasrat masyarakat untuk memiliki dan mengendarai kendaraan pribadi tetap tinggi. Namun sebagai pilihan berkendara, subway mampu memberikan berbagai keuntungan bagi penumpangnya.

Di Singapura disebut MRT, di Beijing dan di New York disebut Subway, di London disebut Underground, adalah sebuah sistem perkeretaapian yang menggunakan listrik sebagai penggeraknya, dan merayap di dalam lorong atau terowongan bawah tanah mengantar penumpang dari satu stasiun ke stasiun yang lain. Kelajuan rata-rata kereta yang cukup tinggi dan bebasnya dari kemacetan membuat waktu tempuh jauh lebih cepat daripada naik kendaraan di atas permukaan tanah.

Setiap calon penumpang harus membeli tiket untuk dapat menaikinya. Dengan tiket itu membuka pintu masuk dan pintu keluar. Penumpang membayar tiket sesuai dengan jarak tujuan dari stasiun pemberangkatan. Semakin jauh jarak tentu semakin mahal harga tiketnya. Penumpang residen juga dapat membeli tiket elektronik berlangganan yang menawarkan kemudahan-kemudahan. Tiket dapat diisi ulang, memberi diskon perjalanan berkereta, tidak tertelan ketika membuka pintu keluar, sebagai kartu diskon ke tempat wisata, bahkan juga dapat digunakan untuk membayar kendaraan umum lainnya.

Desember 4, 2010 at 7:58 am Tinggalkan komentar

Rebutan tempat duduk


Ga cuma politisi aja yang suka rebutan kursi. Penumpang busway juga doyan. Maklum perjalanan masih jauh, berdiri tentu melelahkan. Mengabaikan poster di jendela bus tentang priority seat, dengan memejamkan mata atau menikmati peralatan audio. Tak peduli kecuali ditegur petugas.

November 9, 2010 at 4:43 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru


Kalender

Juni 2017
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Kategori

Jumlah kunjungan

  • 2,964 hits

Kicauan

RSS Beranda Rumah

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.